Langsung ke konten utama

Khutbah Jum'at; Makalah; News; Opini

Do'a Pelaksanaan Kegiatan Manasik Haji Usia Dini/ Taman Kanak - Kanak (TK) _ pondoklentera.com

Gambar
 Do'a Pelaksanaan Kegiatan Manasik Haji Usia Dini/ Taman Kanak - Kanak (TK) _ pondoklentera.com dok. pondoklentera.com Do’a Pelaksanaan Pelatihan Manasik Haji Taman Pendidikan Anak Anak Tahun 2024 أَ عُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًايُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍوَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ . Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim S egala puji dan syukur hanya kehadiratMu . Pujian yang tak terhingga, yang penuh dengan kemuliaan dan keagungan . Sehingga pada hari ini Engkau perkenankan kepada kami, melaksanakan kegiatan pelatihan manasik haji bagi anak- anak usia dini. Ya Fattahu Ya ‘ Alim Dengan ketulusan hati, kami mohon jadikanlah kegiatan ini, sebagai kegiatan yang penuh berkah, kegiatan yang m...

Pengertian Islam dan Hakekatnya oleh Syukur Widodo_PondokLentera

Pengertian Islam dan Hakekatnya oleh Syukur Widodo_PondokLentera



pondoklentera- Assalamu’laikum Wr.Wb. Pada kajian Kitab Al Mabaadi ul Fiqhiyah ‘ala Madzhab al Imam Syafi’I (Karya ‘Umar ‘Abdul Jabbar) Al Juz al Awwal, pada Majelis Ta’lim At Taqwa Desa Andong Kec. Butuh Kab. Purworejo Desa Binaan KUA Butuh dan Penyuluh Agama Islam Kec. Butuh yang di sampaikan oleh Kyai Salamun telah disampaikan materi tentang pengertian Islam dan Agama Islam, serta Persaudaraan sesama Umat Islam (baca: meminjam istilah Gus Yaqut Menteri Agama sekarang 2022), rukun Islam.

Pada pembahasan makalah kali ini, penulis hanya akan membatasi pada Pengertian Islam, Agama Islam dan Hakekatnya, agar lebih focus dan berusaha lebih detail dan terperinci.

Makalah Kitab Mabadi ul Fiqhiyah pada Juz 1 dan 2 mengunakan system metode Tanya jawab:

س . مَاالْإسْلَامُ ؟

ج . هُوَ الدِّيْنُ الَّذِى بَعَثَ اللهُ بِه سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِهِدَايَةِ النَّاسِ وَسَعَادَتِهِمْ.

Artinya:

S: Apa yang disebut Islam ?

J: Islam adalah Agama yang diturunkan oleh Allah SWT., kepada Nabi Muhammad SAW., untuk hidayah/ petunjuk bagi umat manusia dan kebahagiaan manusia (dunia dan akherat hadza min ziyadati).

Tentu pengertian kebahagian di sini itu bukan dengan tolak ukur dengan memiliki harta, tahta maupun wanita secara berlimpah, akan tetapi dalam arti rasa ketentraman bathin, karena adanya keyakinan jaminan keselamatan dunia dan akherat dalam pandangan (logika) Illahiyah bukan dalam pandangan (logika insaniyah/ kemanusiaan). Dan telah nyata dan jelas secara realita tidak beragama ataupun beragama, namun dalam pengamalannya jauh dari nilai- nilai agama, justru secara dzahir/ kasat mata lebih bergelimang harta, tahta dan wanita, namun hidupnya penuh dengan keluh kesah tak bertepi.

Pertanyaanya, apakah mereke benar- benar merasa tentram dan bahagia dengan seabrek aktifitas dunyawiyah hedonismenya ? Perlu sebuah penelitian lebih lanjut. Karena pada sisi yang lain, banyak yang secara kasatmata pas- pasan, tapi enjoy dan santuy bahkan bisa tertawa terbahak- bahak hanya sekedar ngobrol bareng teman- temannya ditemani segelas kopi dan rokok, pun lintingan.

Namun, mengapa secara realita banyak orang tidak beragama maupun beragama akan tetapi tidak sholeh,justru banyak yang bergelimang harta dan kemewahan. Hal ini sifat Rohman-Nya Allah SWT. Yang dimaksud yaitu Rahmat ‘Ammah; artinya rohmat yang umum bagi seluruh makhluk-Nya Allah SWT., (Tafsir Al Iklil,  KH. Mishbah bin Zaini al-Mushthofa: I/2) tanpa pandang bulu.

Allah SWT. berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (١٩)

19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (QS. Ali Imran: 19).

[189] Maksudnya ialah Kitab-Kitab yang diturunkan sebelum Al Quran.

Pada Buku Tafsir Maudhu’i Al Muntaha Jilid I (oleh Tim Sembila) Pondok Pesantren Al-Asy’ariyah Wonosobo Jawa Tengah pimpinan Mbah KH. Muntaha Al-Hafizh, dijabarkan tentang pembahasan QS. Ali Imron ayat 19:

dok. Penyuluh Agama Islam KUA Butuh Kankemenag Kab. Purworejo
Tafsir Mufradat

1.      Ad-din (agama); diambil dari kata dana- yadinu- dinan wa diyanatan;

2.      Al-Islam (Islam); diambil dari kata aslama- yuslimu- islaman;

3.      Alladzina utu al kitab: orang- orang yang telah diberi Al-Kitab (Ahli Kitab), yakni orang- orang Yahudi dan Nasrani;

4.      Al ‘Ilm (ilmu), pengetahuan secara yakin (al-‘ilm al-yaqini).

Balaghah:

1.      Inna ad-dina ‘inda Allahi al-islam:

Baik isim inna (ad-din) maupun predikatnya (al-islam) berupa isim ma’rifat (di-ma’rifat-kan dengan al) semua. Ini mempunyai makna hashr (pembatasan: “hanya” atau “tiada… kecuali”). Jadi, pengertiannya adalah: Agama (yang diridhoi) di hadirat Allah hanyalah Islam atau Tiada agama dihadirat Allah kecuali Islam; (Shafwat at-Tafasir, I/193).

2.      Alladzina utu al-kitab:

Umat Yahudi dan Nasrani disebut dengan “orang- orang yang telah diberi Al Kitab” lantaran mereka banyak melakukan tindak keburukan dan kejahatan sehingga banyak menimbulkan kerusuhan dan perselisihan, padahal sebenarnya mereka mengerti dan memahami isi Al-Kitab;

3.      Bi ayati Allahi fa inna Allaha:

Kata “Allah” disebut dua kali dan yang kedua (fainna Allaha) tetap dalam wujud isim dzahir (bukan berwujud dhamir-nya fainnahu), dimaksudkan untuk mendidik jiwa agar memiliki khasy-yah (rasa takut yang diikuti ketaqwaan) dan perasaan untuk selalu memohon perlindungan kepada-Nya.

Tafsir Ayat (Khulashoh)

Ayat di atas diturunkan di Madinah, ketika orang- orang Yahudi mengklaim bahwa tiada agama yang lebih utama daripada Yahudi, dan orang- orang Nasrani mengklaim bahwa tiada agama yang lebih utama daripada Nasrani (Hasyiyah ash-Shawi). Ayat ini menguatkan makna ayat sebelumnya (QS. Ali Imran: 18) yang diturunkan ketika ada Rahib dari Syam bertanya kepada Nabi Muhammad SAW., tentang “Syahadat A’zham- persaksian agung” (Yakni bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah “syahadat tauhid”) di dalam Kitabullah. Setelah turunya ayat ini, mereka kemudian masuk Islam (Shafwatut-Tafasir, I/191; Tafsir Al-Qurthubi, IV/41; Tafsir Al-Bahr al-Muhith, II/401).

Firman Allah SWT., pada QS. Ali Imran: 19 di atas menegaskan bahwa Islam adalah satu- satunya agama yang diridhoi Allah SWT., untuk umat manusia. Allah SWT., tidak akan menerima agama selain Islam, sebagaimana Firmannya:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ (٨٥)

85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali Imran: 85).

Maka dari kedua ayat tersebut di atas QS. Ali Imran: 19 dan 85, telah jelas bahwa Allah SWT., telah mengemukakan Allah tidak akan menerima sistem keyakinan selain Islam. Islam adalah satu- satunya sistem keyakinan yang dibebankan pada seluruh umat manusia di dunia, sebagaimana firman Allah SWT.:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ (٥٦)

56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz-Dzaariyat: 56).

Hal tersebut di atas jelas, dalam hal tauhid kita harus yakin dan mantap bahwa agama Islamlah agama yang paling haq dan diridhoil Allah SWT.,. namun dalam hal muamalah keseharian (hidup berdampingan, transaksi jual beli yang halal dll), kita juga diperboleh dan atau dituntut oleh agama Islam untuk berhubungan dengan baik kepada penganut agama selain Islam, sebagaimana Hadits Rasulullah SAW.:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ اشْتَرَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ يَهُودِيٍّ طَعَامًا وَرَهَنَهُ دِرْعَهُ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah. Ia berkata : Telah bercerita kepada kami Jarir, dari al-‘Amasy, dari Ibrahim, dari al-Aswad, dari Aisyah ra, ia berkata: Rasulullah Saw telah membeli makanan dari seorang Yahudi dan menggadaikan baju perangnya kepada Yahudi tersebut”.

dok. Penyuluh Agama Islam Kecamatan Butuh Kab. Purworejo

Al Qu’ran mencatat polemik yang terjadi di antara Ahli Kitab, yakni umat Yahudi, Nasrani, dan Nabi Muhammad SAW. Isi polemik Yastrib (sekarang Madinah) pasca Rosulullah SAW., hijrah itu menyangkut keyakinan teologis (keyakinan beragama), suatu polemic dalam kerangka dakwah, mengajak pada prinsip keesaan Allah serta penegakan keadilan social dengan pendekatan persuasife (hikmah), (mau’idhoh hasanah) dan perdebatan dengan cara yang sebaik- baiknya (mujadalah), preventif (kelembutan).

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (١٢٥)

125. serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An Nahl: 125).

[845] Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (١٥٩)

159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[246]. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Ali Imran: 159)

[246] Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.

Polemik ini dalam kerangka dakwah (Namun sudah pasti kebenarannya; sebagaimana pada makalah Kitab Mabadi al Fiqhiyah di atas, Nabi Muhammad SAW., sebagai penerima agama Islam dari Allah untuk umat manusia, satu sisi pihak Kaum Quraish, Yahudi dan Nasrani dan suku- suku di Yastrib). Berbeda dalam kerangka polemik pada era sekarang tahun 2020 an yang berkecamuk, diri kita belum jelas status kebenarannya (siapa kita), satu sisi bisa jadi mereka yang benar atau sebaliknya, atau benarnya semua, hanya karena factor; materi pragmatis, siyasah pragmatis, status social pragmatis, (dalam istilah Al Qur’an harta, tahta dan wanita sebagai ujian) dan perbedaan pemahaman begitu juga jurang perbedaan keilmuan/ intelektualitas .

Hal ini terjadi karena culture shock, kekagetan dan culture lag kesenjangan budaya (meminjam istilah Antropologi) terhadap nilai- nilai ajaran agama Islam dan budaya Arab yang mereka pelajari secara instans, tanpa melakukan internalisasi (pendalaman dan penghayatan) serta tabayyun.

Dalam pergaulan social Al Qur’an mengingatkan bahwa tidak semua umat Yahudi dan Nasrani berwatak jahat dan kufr. Misalnya:

وَمِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ إِنْ تَأْمَنْهُ بِقِنْطَارٍ يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ إِنْ تَأْمَنْهُ بِدِينَارٍ لا يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ إِلا مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَائِمًا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَيْسَ عَلَيْنَا فِي الأمِّيِّينَ سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ (٧٥)

75. di antara ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: "tidak ada dosa bagi Kami terhadap orang-orang ummi[206]. mereka berkata Dusta terhadap Allah, Padahal mereka mengetahui. (QS. Ali Imran: 75).

[206] Yang mereka maksud dengan orang-orang Ummi dalam ayat ini adalah orang Arab.

لَيْسُوا سَوَاءً مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ (١١٣)

113. mereka itu tidak sama; di antara ahli kitab itu ada golongan yang Berlaku lurus[221], mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). (QS. Ali Imran: 113)

[221] Yakni: golongan ahli kitab yang telah memeluk agama Islam.

Untuk itulah dalam kehidupan social di Kota Yastrib yang kemudian terkenal dengan Kota Madinah, Nabi Muhammad SAW., dan umat- umatnya, kaum Yahudi, Nasrani dan Suku- suku yang ada di Yastrib membuat Kontrak Sosial (istilah sekarang UU) yang dikenal dengan Piagam Madinah. Kontrak social itu mengikat pihak- pihak umat Islam, Yahudi dan Nasrani serta suku- suku minoritas untuk saling melindungi hak- haknya dan menjaga keamanan. Artinya, perbedaan teologis (keyakinan beragama) tidak perlu menjadi penghalang bagi kehidupan yang harmonis.

Kontrak social inilah sebagai “ilat al-hukmi; hadza min ziyadati” sebagai qiyas dalalah/ dasar hukum yang relevan adanya kontrak social Pancasila dalam lingkup konteks NKRI. Kalau mengambil istilahnya Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA., (dalam sebuah diskusi dengan penulis), bahwa secara substansi Pancasila relevan dengan Piagam Madinah, sebagai kontrak social untuk mengikat keberagaman bangsa Indonesia. Wallahu A’lam bi Showab.

dok. Penyuluh Agama Islam Kec. Butuh
Makna Islam

Kata “Islam” berasal dari bahasa  Arab aslama – yuslimu – islaman yang mempunyai arti semantic sebagai berikut:

a.      Tunduk dan patuh (khadha’a – khudhu’ wa istaslama – istislam);

b.      Berserah diri, menyerahkan, memasrahkan (sallama – taslim);

c.      Mengikuti (atba’a – itba’);

d.      Menunaikan, menyampaikan (adda – ta’diyah);

e.      Masuk dalam kedamaian, keselamatan, atau kemurnian (dakhala fi as-salm au as-silm au as-salam).

Sayyid Quthb mengartikan Islam sebagai berikut:

الإسلام بمعنى الإستسلام والطاعة والإتباع, الإستسلام لأمره والطاعة لشرعه والإتباع لرسوله ومنهجه, فمن لم يستسلم يطع ويتبع فليس بمسلم ومن ثم فليس بصاحب دين يرضاه الله فالله لا يرضى إلا الإسلام.

Islam berarti tunduk patuh, taat, dan mengikuti (itba’), yakni tunduk patuh kepada perintah Allah, taat kepada syariat-Nya serta ber-itba’ kepada Rasul dan manhaj-Nya. Barang siapa tidak tunduk patuh, taat dan ber-itba’, maka ia bukanlah seorang muslim; dan oleh karenanya, ia tidak bukanlah penganut agama yang diridhoi Allah, padahal Allah tidak meridhoi (agama) kecuali Islam. (Sayyid Quthb, Fi Zhilah Al-Qur’an).

Sementara Shohabat Ali bin Abi Thalib kw, berkata:

الإسلام هو التسليم, والتسليم هو اليقين, واليقين هو التصديق, والتصديق هو الإقرار, والإقرار هو الأداء, والأداء هو العمل, المؤمن أخذ دينه عن ربه, إن المؤمن يعرف إيمانه فى عمله و إن الكافر يعرف كفره بإنكاره.

Islam adalah penyerahan diri, penyerahan diri adalah keyakinan, keyakinan adalah pembenaran, pembenaran adalah pengakuan, pengakuan adalah penunaian, dan penunaian adalah pengamalan. Orang mukmin itu mengambil agamanya dari Tuhan-Nya. Sungguh, orang mukmin itu diketahui keimanannya pada amalnya, sedangkan orang kafir diketahui kekafirannya dengan keingkarannya. (Tafsir Maudhu’I Al Muntaha Jilid I/83).

Penamaan agama yang benar dengan “Islam” adalah sesuai dengan makna- makna semantic tersebut, bahkan semua makna itu merupakan ruh Islam dan landasan pelaksanaan ajaran- ajarannya. Syaikh Musthafa al-Maraghi menegaskan bahwa ruh bagi semua agama dan syariat yang dibawa para nabi adalah Islam (dengan makna semantic itu), meskipun terdapat perbedaan pada sebagian taklif (beban syariat) dan bentuk amaliahnya.

Sebagaiman Firman Allah SWT.,

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدُونِ (٢٥)

25. dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku".

Syahadat A’zham- persaksian agung” (Yakni bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah “syahadat tauhid”) di dalam Kitabullah. (Shafwatut-Tafasir, I/191; Tafsir Al-Qurthubi, IV/41; Tafsir Al-Bahr al-Muhith, II/401). Inilah titik kesamaan yang paling pokok dan mendasar bagi diturunkannya para Nabi ke muka bumi.

عن أبي هريرة قال: كانَ النبيُّ صلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بارِزًا يَوْمًا للنَّاسِ, فأتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ: ما الإيمَانُ ؟ قَالَ: الإيمانُ أنْ تُؤْمِنَ بالله وَمَلَائِكَتِهِ, وَبِلقائه, ورُسُلِه, و تُؤْمِنَ بالبَعْثِ.(رواه بخاري: كتاب الإيمان باب سؤال جبريل...:۲٠)

Hadits dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: pada suatu hari Nabi SAW. Berada ditengah- tengah para shahabat, kemudian ada seseorang mendatangi beliau lalu bertanya: Apakah iman itu? Beliau menjawab: Iman adalah kamu percaya kepada Allah dan malaikatNya, percaya dengan adanya pertemuan denganNya, dan ada para rasul- rasulNya, dan kamu percaya dengan adanya hari kebangkitan (setelah mati). HR. Bukhari.

Maka dari itu, para Ulama mewajibkan bagi umat muslim untuk mengetahui 25 Nabi. Sebagaimana Syair pada Kitab Nadhom Aqidatul Awam Karya Syeikh Ahmad Al Marzuqi Al Maliki:

تَفْصِيْلُ خَمْسَةٍ وَعِشْـرِيْنَ لَزِمْ * كُـلَّ مُـكَلَّـفٍ فَحَقِّقْ وَاغْـتَنِمْ

Adapun rincian nama para Rosul ada 25 itu wajib diketahui bagi setiap mukallaf, maka yakinilah dan ambillah keuntungannya.

Wallahu A’lam bi Showab. Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Penulis: Sukur Widodo, S.Pd.I: Penyuluh Agama Islam Kankemenag Kab. Purworejo 

dok. KUA Butuh & Penyuluh Agama Islam KUA Butuh


PondokLentera

Arti Syukur, Makna Syukur dan Cakupannya Syukur - pondoklentera

Perintah Menuntut Ilmu dan Keutamaan Ilmu dalam Islam _ PondokLentera

Khutbah Jum'at Singkat Bahasa Jawa Tentang Puasa Ramadhan _ pondokLentera

Khutbah Jum'at Bahasa Jawa Njagi Kerukunan Masyarakat

Profil Pondok Pesantren Roudlotul Huda Desa Lubanglor Kec. Butuh Kab. Purworejo Jateng_PondokLentera

Hukum Memasak dan Mencuci bagi Istri - PondokLentera

Kenaikan BBM Perjudian Jokowi oleh Syukur Widodo _ PondokLentera