Do'a Pelaksanaan Kegiatan Manasik Haji Usia Dini/ Taman Kanak - Kanak (TK) _ pondoklentera.com

Kajian Keagamaan Media Bimbingan dan Penyuluhan; Khutbah Jum'at, Khutbah Jum'at Bahasa Jawa, Makalah Keagamaan, Opini dan Kegiatan Kepenyuluhan Syukur Widodo Penyuluh Agama Islam Kankemenag Kabupaten Purworejo "مَالَا يُدْرَكُ كُلُّهُ لَا يُتْرَكُ كُلُّهُ“ Sesuatu yang tidak dapat dicapai secara keseluruhan, maka jangan ditinggalkan samasekali/semuanya”
Dunia Adalah Ujian Bagi Umat Manusia
dok. pondoklentera |
Dunia Adalah
Ujian
Oleh: Syukur Widodo, S.Pd.I
Dunia dengan segala macam isinya, dunia dengan segala macam gemerlapannya, dunia dengan segala macamkelezatannya; semuanya adalah ujian bagi umat manusia. Allah SWT berfirman:
انَّا
جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ
عَمَلًا
Artinya: “Sesungguhnya
Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami
menguji mereka siapakah diantara mereka yang paling baik amalnya.” [QS. Al
Kahfi : 7]
Dari keterangan ayat di atas, sudah jelas bahwa dunia sangat menggiurkan
dan melenakan, karena pada hakekatnya dunia adalah ujian, yang akan menunjukkan
posisi manusia sebagai ‘abdullah atau ‘abdud dunya. Untuk itu seyongyanya kita
waspada dan berhati- hati dalam menyikapi alur kehidupan yang sudah dan sedang
serta akan terjadi. Pada hakekannya sifat asli dunia selalu melalaikan dan
menjauhkan dari mengingat Allah, bahkan dunia disifati oleh Nabi kita ﷺ ﷴ dengan laknat karena dunia yang
selalu melalaikan, Nabi ﷺ ﷴ bersabda:
عن أبي هُرَيْرَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: أَلَا إِنَّ الدُّنْيَا
مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ
أَوْ مُتَعَلِّمٌ الترمذي
Artinya: Dari
Abu Hurairah , aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Ketahuilah, sungguh
dunia itu terlaknat, dan termasuk apa saja yang ada di dalamnya, kecuali bagi
orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah dan memiliki loyalitas kepada-Nya,
serta orang yang ‘alim dan para penuntut ilmu.
Imam Ibnu
Rajab al Hambaliy -rahimahullah- menjelaskan makna hadits diatas dalam kitabnya
(Jaami’ al ‘Uluum wa al Hikam 2/199) :
فالدنيا وكل ما فيها ملعونة، أي مَبعدة عن الله، لأنها تَشغل عنه، إلا
العلمَ النافع الدالَّ على الله، وعلى معرفته، وطلبِ قربه ورضاه، وذكرَ الله وما
والاه مما يُقرّب من الله، فهذا هو المقصودُ من الدنيا، فإن الله إنما أمر عباده
بأن يتقوه ويطيعوه، ولازم ذلك دوام ذكره، كما قال ابن مسعود
t : (تقوى الله حق تقواه أن يذكر فلا ينسى) . وإنما شرع الله إقام
الصلاة لذكره، وكذلك الحج والطواف. وأفضل أهل العبادات أكثرهم ذكرا لله فيها، فهذا
كله ليس من الدنيا المذمومة وهو المقصود من إيجاد الدنيا وأهلها، كما قال تعالى:
{وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون} الذاريات: ۵۶ الذاريات: ۵۶ . انتهى
Artinya: “Dunia
itu dan apa saja yang ada didalamnya terlaknat, yang dimaksud terlaknat adalah
dunia itu menjauhkan dari Allah karena dunia menyibukkan (manusia) dari (ingat
kepada) Allah Ta’ala kecuali;
1. Ilmu yang bermanfaat yang menggiring
kepada Allah dan mengenalNya serta ilmu yang mendekatkan kepadaNya dan
mendapatkan ridhoNya.
2. Dzikir kepada Allah dan setiap amalan
yang mendekatkan diri kepada Allah
Itulah
(hakikat) yang dimaksud dari dunia (agar tidak tercela), karena sesungguhnya
Allah Ta’ala tidaklah memerintahkan hamba-hamba Nya kecuali agar mereka
bertaqwa dan taat kepadaNya dan kewajiban yang melekat pada perintah Allah
tersebut adalah agar selalu dzikir kepadaNya. Sebagaimana perkataan Ibnu Mas’ud
: “Takwa kepada Allah adalah agar Allah
selalu diingat bukan dilupakan”.
Tidaklah
Allah memerintahkan sholat kecuali untuk dzikir kepadaNya demikian juga
perintah haji dan thawaf. Sebaik-baik ahli ibadah adalah yang paling
banyak ingatnya kepada Allah disaat sedang beribadah, jika keadaannya seperti
itu seluruhnya maka bukan termasuk dunia yang tercela dan itulah (hakikat) yang
maksud dari penciptaan dunia beserta isinya sebagaimana firman Allah Ta’ala
:
وَمَا
خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Artinya: “Tidaklah Aku
menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepdaKu” [Adz
Dzariyaat : 56]”
Allah Ta’ala berfirman :
اِنَّنِيْٓ
اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ
لِذِكْرِيْ
Artinya: “Sungguh, Aku
ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah
salat untuk mengingat Aku.” [Thaha : 14]”
Berkata Imam Ibnu Katsir rahimahullah
dalam tafsirnya :
(إنني
أنا الله لا إله إلا أنا ) هذا أول واجب على المكلفين أن يعلموا أنه لا إله إلا
الله ، وحده لا شريك له .وقوله : ( فاعبدني ) أي : وحّدني وقُم بعبادتي من غير
شريك ، ( وأقم الصلاة لذكري ) قيل : معناه : صل لتذكرَني . وقيل : معناه : وأقم
الصلاةَ عند ذكرك لي
.
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada
sesembahan (yang haq) selain Aku” : Ini adalah kewajiban pertama bagi setiap
mukallaf agar dia mengetahui dan belajar bahwa tidak ada sesembahan yang haq
kecuali Allah semata tidak ada sekutu baginya. “Maka sembahlah Aku” :
Tauhidkanlah Aku dan beribadahlah kepadaKu tanpa berbuat syirik. “Dirikanlah
shalat untuk mengingat Aku” : Maknanya adalah sholatlah agar kamu ingat
kepadaKu, pendapat lain mengatakan : Dirikanlah sholat ketika ingat ingat
kepadaKu. [Tafsir Al Quran Al ‘Azhim/Ibnu Katsir : 5/245].